Sabtu, 25 Juni 2011

Pengaruh Buku "Atlas Penciptaan" di Dunia

1- Situs blog Le blog d'Yves Daoudal memuat laporan pada tanggal 2 Februari 2007 tentang Atlas Penciptaan dengan judul "kepanikan Darwinis."

2- Surat kabar Belgia A Voix Autre menyebut pengaruh Atlas Penciptaan Harun Yahya di Prancis dengan ungkapan berikut: "Kepanikan di belakang panggung!" dan "Kepustakaan penganut Penciptaan belum pernah sedemikian dahsyat."

3- Majalah Le Nouvel Observateur menggambarkan wakil terpenting pergerakan paham Penciptaan sebagai, "Harun Yahya sendiri, dengan sumbangsih yang dibuat oleh terbitan-terbitan internasional Harun Yahya."

4- Majalah Science membuat pernyataan berikut tentang buku Atlas Penciptaan yang dikirim ke Prancis dan negara-negara lain dalam terbitannya tanggal 16 Februari 2007: "Ini adalah serangan yang terlihat paling megah terhadap evolusi yang tersaksikan dalam rentang waktu lama: Itu adalah kesepakatan di antara para ilmuwan Eropa yang beberapa minggu lalu telah menerima... buku-buku gratis Atlas Penciptaan."

5- Harian Le Monde menggambarkan Atlas Penciptaan sebagai "sebuah karya tak tertandingi" dalam terbitannya tanggal 3 Februari 2007.

6- Sebuah tulisan oleh Nicolien den Boer pada situs berbahasa Belanda Radio Netherlands menyatakan bahwa Atlas tersebut telah menimbulkan "bencana banjir besar" di seantero Eropa.

7- Terbitan tanggal 2 Februari 2007 dari harian Le Figaro memuat judul utama "Paham penciptaan Islam sedang menyerang di Prancis."

8- Terbitan tanggal 3 Februari 2007 dari harian Le Monde memuat judul utama "Para penganut penciptaan sekarang sedang menyerang sekolah-sekolah Prancis."

9- Terbitan tanggal 6 Februari 2007 dari harian La Liberation menggambarkan Harun Yahya sebagai "pemenang terbesar paham Penciptaan di Turki."

10- Terbitan tanggal 5 Februari 2007 dari The Washington Post menggambarkan Atlas Penciptaan sebagai "Buku Turki yang menyerang Darwinisme."

11- Pada tanggal 9 Februari 2007 situs berita www.bellaciao.org, sebuah garapan bersama Italia-Prancis, memuat laporan tentang pergerakan dunia yang memihak penciptaan. Laporan itu menyatakan bahwa: "Harun Yahya (orang Turki yang bernama asli Adnan Oktar), yang telah menyatakan teori Darwin tidaklah absah (dan filsafat satu-satunya yang menganjurkan pertikaian dan menganggapnya perlu), melangkah lebih jauh dari sekedar menolak teori evolusi."

12- Dalam situs pribadinya wartawan Amerika terkemuka Doug Ireland memuat laporan bertajuk "Paham penciptaan Islam menyerang Prancis."

13- Sebuah laporan dalam situs internet politik Prancis Gaullisme menyebutkan hal berikut dalam sebuah laporan tanggal 3 Februari 2007: "… penganjur paling giat paham penciptaan, disebabkan kekuatan terbitan-terbitan Harun Yahya, sudah pasti adalah Harun Yahya sendiri."

14- Sebuah situs blog tentang evolusi bernama Le blog des bactéries et de l'évolution memuat dua laporan pada tanggal 8 dan 9 Februari 2007. Keduanya menjuluki Atlas Penciptaan sebagai "kapal perang dahsyat yang menggunakan banyak kutipan dari ayat-ayat Al Qur'an."

15- Dalam terbitannya tanggal 5 Maret 2007, Le Soir, salah satu harian utama Belgia, memuat laporan tentang pengaruh di dunia dari buku Atlas Penciptaan Harun Yahya. Laporan tersebut, yang berjudul "Buku merah menyanggah pernyataan Darwin," menggambarkan karya Harun Yahya sebagai "sebuah campur-tangan cerdas."

16- Prof. Bernard Rentier dari Universitas Liege menyampaikan pendapat ini dalam situs pribadinya: "Isinya mengejutkan, tapi mengena. Seseorang tidak berani membayangkan pengaruh yang bakal muncul menyusul penyebaran buku Atlas tersebut ke seluruh dunia …"

17- Organisasi pendukung penciptaan Polandia Polskie Towarzystwo Kreacjonistyczne menyatakan bahwa "di sejumlah negara buku-buku sang penulis lebih dihargai daripada buku-buku pelajaran sekolah …"

18- Pada tanggal 23 Maret majalah internet Polandia Interia.pl memuat laporan berkenaan dengan Atlas Penciptaan Harun Yahya yang diberi judul "Buku rujukan anti-Darwinis telah mengguncang pihak-pihak yang berwenang."

19- Situs berita Glos Nauczycielski menggambarkan ketakutan hebat di Kementrian Pendidikan Belgia yang dimunculkan buku tersebut dengan judul "Buku anti-Darwinis menyerbu sekolah-sekolah Belgia."

20- Situs berita Dziennik Online memperbincangkan tanggapan pihak Belgia terhadap gagasan penciptaan, dan menyebutkan pihak berwenang Belgia "berkata bahwa buku tersebut perlu disita karena alasan mendesak."

21- Sebuah laporan yang dimuat terbitan tanggal 2 Mei 2007 dari Le Matin, salah satu harian utama Belgia menampilkan judul, "Propaganda tertanam kokoh di Eropa: sebuah Atlas luar biasa telah menyerang seantero Swiss!"

22- Jurnal bulanan Universitas Liège memuat laporan berjudul "Sebuah contoh mengejutkan Paham Penciptaan: karya asal Turki memicu debat evolusi!" dalam terbitannya tanggal 15 Mei 2007.

23- Dalam terbitannya tanggal 20 Juni 2007, Die Welt, salah satu harian terbesar Jerman, memuat laporan panjang berjudul "Berjuang dengan Al Qur'an melawan evolusi." Laporan itu menyebutkan "Kementrian Pendidikan di Paris panik dan menyerukan agar buku tersebut tidak diajarkan di kelas."

24- Pada tanggal 20 Februari 2007, situs berita Jerman hpd-online.de memuat laporan mengenai Atlas Penciptaan. Laporan ini mengulas tentang kepanikan yang disebabkan oleh penyebarluasan buku tersebut di Prancis dan Benelux.

25- Situs berita utama Amerika www.newsmax.com memuat laporan berjudul "Orang Turki: Ateisme adalah ‘Penyebab Utama Terorisme'" pada tanggal 22 November 2006. Laporan tersebut menyatakan, "Ini... memiliki pengaruh yang hanya dapat diimpikan para penganut paham penciptaan di Amerika Serikat."

26- Terbitan tanggal 23 Maret 2007 dari La Libre Belgique, yang diterbitkan di Belgia, menyebutkan "seorang penulis yang memperoleh keberhasilan yang semakin besar dalam penolakannya terhadap teori evolusi …"

27- Kevin Myers membuat pernyataan ini terhadap Atlas Penciptaan dalam koran Irish Independent tanggal 9 Maret 2007: "...Atlas Penciptaan Harun Yahya dari Global Publishing, adalah yang benar-benar paling memukau hingga kini di tahun ini."

28- Sebuah laporan oleh Carl-Johan Bilkenroth dalam terbitan tanggal 4 Maret 2007 dari Svenska Dagbladet, yang terbit di Swedia, menyebut Atlas tersebut sebagai "sebuah karya agung yang menantang Darwin."

29- Sebuah laporan mengenai Atlas Penciptaan dalam terbitan tanggal 4 Juni 2007 dari Corriere della Sera, harian terbesar di Italia, berisi pernyataan berikut: "Pada saat bersamaan, telah muncul persaingan antara penganut penciptaan asal Kristen yang berpusat di Amerika Serikat dan mereka yang berasal dari Islam yang telah menyibukkan kita dengan Atlas Penciptaan. Kita tidak dapat mengetahui siapa dari keduanya yang akan menang, kita sungguh tahu pasti bahwa kitalah yang menjadi pihak kalah …"

30- Kantor berita Armenews memuat laporan pada tanggal 18 April 2007 yang memuat kata-kata, "Perjuangan melawan evolusi yang dilancarkan di Turki tampaknya telah berakhir dalam kemenangan yang nyaris mutlak."

31- Sebuah situs pendukung evolusi yang terbit dalam bahasa Italia, Dragor, memuat sebuah telaah berjudul "Darwin, Perpisahan?" Telaah tersebut membandingkan pengaruh Atlas Penciptaan di Prancis dan Italia dan menekankan bahwa hampir mustahil menghentikan paham penciptaan Islam yang dipimpin Harun Yahya. "Berapa lama lagi Prancis mampu bertahan?" tanyanya.

32- Terbitan tanggal 24 Juni 2007 dari The Washington Times memuat laporan tentang Fakta Penciptaan, yang sedang tumbuh menguat di negara-negara Eropa. Laporan tersebut mengutip Hervé Le Guyader, pakar biologi dari Universitas Paris, yang menyebut tantangan dari para pemikir Islam "jauh lebih berbahaya dari upaya-upaya penganut paham penciptaan sebelumnya, yang seringkali berasal dari Inggris."

33- Sebuah laporan dalam terbitan tanggal 29 Maret 2007 dari Stern, satu di antara majalah terpenting di Jerman, mengatakan "Sebuah buku menyerupai sambaran guntur. … Sangatlah jelas dari permulaannya: Buku ini sama sekali berbeda!"

34- Harian Prancis Lyon Capitale menjuluki Harun Yahya sebagai "Penganut Penciptaan paling giat saat ini," pada tanggal 13 Februari 2007.

35- Terbitan tanggal 29 Juni 2007 dari Süddeutsche Zeitung, harian yang tergolong beroplah terbesar di Jerman, menyebut Atlas Penciptaan Harun Yahya sebagai "sebuah buku yang dihiasi dengan gambar-gambar mengejutkan dari kerajaan tumbuhan dan hewan."

Eropa Telah Menyatakan Perang terhadap Islam dan Al Qur’an

Menyusul keputusan Dewan Eropa baru-baru ini tentang larangan pengajaran fakta Penciptaan di sekolah-sekolah, pokok persoalan kedua yang bergulir dalam rencana adalah putusan Pengadilan Eropa untuk Hak Asasi Manusia (ECHR) pada tanggal 9 Oktober bahwa pelajaran agama di sekolah-sekolah Turki adalah pelanggaran terhadap hak pendidikan. Dengan putusan ini, beragam pengubahan perlu dilakukan terhadap cara pengajaran agama di sekolah-sekolah Turki dan, menurut ECHR, bahkan pelajaran agama dengan cara bagaimanapun perlu dicegah.

Pada kenyataannya, pengubahan yang dimaksudkan di sini tidak memiliki tujuan selain menghapuskan sama sekali pendidikan agama, untuk memalingkan generasi muda dari keimanan kepada Allah (Tuhan) dan menanamkan pola pikir materialis dalam diri mereka. Keputusan melarang pengajaran Paham Penciptaan di sekolah-sekolah berdasarkan keputusan Dewan Eropa yang diambil di awal Oktober memiliki tujuan yang sama. Kenyataan bahwa laporan yang dimaksud tersebut menetapkan bahwa hanya teori evolusi yang seharusnya diizinkan di kurikulum dengan jelas menyingkap kekhawatiran bahwa para siswa yang belajar tentang fakta Penciptaan tidak akan tumbuh menjadi materialis. Inilah mengapa Paham Penciptaan telah digambarkan sebagai ancaman bagi Eropa dan keputusan di atas telah diambil. Keadaan yang sama berlaku pada pelajaran agama yang saat ini diberikan di Turki. Khawatir terhadap para siswa yang belajar tentang Islam dan meninggalkan pemikiran materialisme, Eropa saat ini telah menganjurkan dihentikannya pelajaran agama di sekolah-sekolah dengan beragam alasan. Upaya Eropa adalah jelas: menyatakan perang terhadap iman kepada Allah dan Islam.

Tidak ada keraguan bahwa alasan bagi semua ini adalah pembongkaran rahasia ke seluruh dunia bahwa Darwinisme, dan materialisme pendukungnya, keduanya adalah penipuan. Kalangan Darwinis dan materialis telah dilanda ketakutan di hadapan karya Harun Yahya Atlas Penciptaan, yang menunjukkan bahwa makhluk-makhluk hidup masa kini sama persis dengan nenek moyang mereka yang hidup di masa lalu. Mereka sadar bahwa mereka takkan mampu lagi menyebarluaskan penipuan itu sebagaimana telah mereka lakukan selama 150 tahun terakhir. Dunia kini telah menyaksikan bahwa teori evolusi Darwin adalah kebohongan yang sangat buruk. Filsafat materialis, yang mendorong ketiadaan agama, kini sedang berada keadaan sekarat dan di abad ke-21 umat manusia akan terbebaskan dari penipuan semacam itu, insya Allah, dan kembali pada tujuan hakiki penciptaannya. Takut dan terkejut oleh kenyataan ini, kalangan Darwinis-materialis kini tengah berupaya mengambil tindak pencegahan melawan perkembangan luar biasa ini. Tapi apa yang tamat, adalah tamat dan seluruh dunia kini tahu tentang penipuan Darwinis. Siswa sekolah kini sedang melancarkan serangan mereka sendiri melawan Darwinisme dan menolak mempelajari penipuan ini.

Apa yang diinginkan kalangan Darwinis-materialis adalah membangun masyarakat tanpa agama, tanpa sedikit pun keimanan kepada Allah. Namun kenyataannya, masyarakat tanpa agama akan semakin mendorong kemerosotan akhlak, meningkatkan peperangan, pembantaian dan pemberontakan yang mengiringi ketiadaan agama, dan menimpakan bencana bagi seluruh umat manusia. Apa yang perlu dilakukan adalah mendorong orang, khususnya kaum muda, untuk mengikuti nilai-nilai ajaran agama daripada memalingkan mereka dari agama dan menganjurkan filsafat materialis.

Alasan ketakutan yang dialami kalangan Darwinis Eropa sangatlah jelas: Mereka telah menyadari bahwa Penciptaan adalah kenyataan satu-satunya, yang kini telah diketahui seluruh dunia. Mereka membayangkan bahwa mereka mampu menghentikan perkembangan ini dengan melarang pelajaran agama dan menghilangkan Paham Penciptaan dari kurikulum. Mereka yakin mereka akan menang dalam peperangan yang mereka lancarkan melawan iman kepada Allah. (Sudah pasti Allah tak terkalahkan.) Mereka ingin yakin bahwa Darwinisme akan dianut dan diterima, meskipun mereka sangat tahu bahwa ini tidak akan pernah terjadi. Agama keliru atau kebohongan yang dibuat melawan iman kepada Allah tidak memiliki jalan bertahan hidup. Allah Yang Mahakuasa mengungkapkan hal senada dalam ayat-ayat-Nya:

Sebenarnya Kami melontarkan yang hak kepada yang batil lalu yang hak itu menghancurkannya, maka dengan serta merta yang batil itu lenyap. Dan kecelakaanlah bagimu disebabkan kamu menyifati (Allah dengan sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya). (QS. Al Anbiyaa’, 21:18)

Allah telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengembang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buih itu, akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan. (QS. Ar Ra’d, 13:17)

Dengan keruntuhan pasti Darwinisme, pengaruh Darwinis banyak melemah dibandingkan sebelumnya. Berkembangnya nilai-nilai ajaran Islam adalah janji Allah dan akan, dengan izin-Nya, menjadi kenyataan. Isyarat-isyarat ini dapat disaksikan di seluruh dunia. Agama hak-Nya, dengan kehendak-Nya, telah menang. Kaum Darwinis tidak lagi mampu menyesatkan manusia. Permusuhan Eropa terhadap Islam tidak akan mengubah apa pun. Dengan izin Allah, sebagaimana halnya dengan setiap pemikiran menyimpang yang pernah melawan nilai-nilai ajaran Islam, serangan balik yang terkini ini, juga, hanya akan semakin menguatkan agama Islam.